<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310716707873506846</id><updated>2011-09-11T05:47:14.581-07:00</updated><category term='Brimob Sumbar'/><title type='text'>B R I G A D E</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adli Asysyidqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07812917993446248826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_0F7sQAHcPIQ/Sjwd10jiBEI/AAAAAAAAAAU/ty0VGspYzt0/S220/rayhan.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310716707873506846.post-2402617428977834022</id><published>2010-07-26T07:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T21:28:40.842-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brimob Sumbar'/><title type='text'>Korps Brimob Jadi Acuan</title><content type='html'>Menjawab tantangan tugas melalui prestasi kerja yang membanggakan, keberhasilan mengungkap tindakan kejahatan transnasional, penanganan konflik horizontal dan penindakan pelaku terorisme, merupakan tugas yang semakin berat untuk diemban. Korps Brigade Mobil (Brimob), khususnya di Polda Sumatera Barat, semakin diuji kemampuannya untuk dapat menekan semua masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pimpinan yang baru dalam serahterima jabatan (Sertijab) di institusi merupakan cambuk bagi pejabat itu. Sebab, kegiatan ini adalah salah satu upaya aktualisasi dari kebijakan pimpinan, di bidang pembinaan personil. "Di samping pemenuhan tuntutan kebutuhan organisasi Polri, juga dapat mendorong kualitas personil dalam kaitannya dengan pembinaan demi menjaga stabilitas keamanan nasional," ungkap Kasat Brimobda Sumbar, AKBP Drs. Rudy Harinto, M.Si, dalam kegiatan serahterima jabatan (sertijab) Kompi 3 Padangpanjang, dari pejabat lama AKP Zulfan kepada Iptu Gaguk Taufiqurozi yang berlangsung, selasa (20/4) di Mako Brimobda Sumbar Padang Sarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, tugas Brimob bukan hanya sekadar memberantas, namun lebih besar dari itu. Brimob harus mampu menyelamatkan negeri ini, dari berbagai aksi kriminalitas, khususnya dalam aksi terorisme sesusai dengan tugas pokok Korps Brimob Polri. Pada hakekatnya, bila hanya mampu memberantas terorisme, maka kita hanya memenangi pertempuran saja. "Bila berhasil mencegah dan menciptakan rasa aman, masyarakat dari berbagai macam aksi teror. Maka, hal itu setara dari memenangi pertempuran," kata Rudy Harianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, menyikapi tuntutan dan tantangan tugas yang dihadapi Polri khususnya Brimob, maka dituntut untuk berupaya melakukan perubahan yang bersifat strategis. "Tapi, semua itu bisa dicapai dengan adanya dedikasi yang tinggi, loyalitas dan kinerja personil yang profesional sesuai dengan tanggungjawab yang dimiliki," imbuh Rudy Harianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pasukan Gegana yang memiliki 60 hingga 90 orang personel, termasuk di dalamnya Penjinak Bom (Jibom), Reserse Mobil (Resmob), Perlawanan Teror (Wanteror), adalah pasukan terdepan yang paling diandalkan oleh Korps Brimob, dalam menindaklanjuti ancaman teror bom di Indonesia. Untuk wilayah Sumbar, meski aman tapi pasukan ini tetap menempati diri diberbagai instalasi vital, yang tidak terendus oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ditempatkan di berbagai lokasi rawan di Sumbar. Allhamdulillah, hingga kini Sumbar masih aman dari gangguan teroris. Meski Sumbar saat ini dibidik oleh para pelaku itu, untuk masuk dan mengacak wilayah yang dikenal dengan "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ini". "Tapi yakinlah, jika masyarakat tetap bekerjasama dengan Polri atau Brimob, semuanya bisa diatasi. Sebab, peran serta masyarakat sangat dibutuhan," papar lulusan Akpol 1990 ini. (PMP/DD)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310716707873506846-2402617428977834022?l=adliasysyidqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/feeds/2402617428977834022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/korps-brimob-jadi-acuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/2402617428977834022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/2402617428977834022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/korps-brimob-jadi-acuan.html' title='Korps Brimob Jadi Acuan'/><author><name>Adli Asysyidqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07812917993446248826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_0F7sQAHcPIQ/Sjwd10jiBEI/AAAAAAAAAAU/ty0VGspYzt0/S220/rayhan.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310716707873506846.post-8298000188011741882</id><published>2010-07-24T20:11:00.001-07:00</published><updated>2010-07-26T08:05:31.769-07:00</updated><title type='text'>Sosialisasi UU No 22 Tahun 2009</title><content type='html'>Sosialisasi UU NO 22 TAHUN 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan di Lingkungan Korps Brimob Polri&lt;br /&gt;Hari ini diadakan Sosialisasi UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Gedung Satya Haprabu Mako Korbrimob Mabes Polri yang dihadiri ratusan Personil Satuan III Pelopor.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diharapkan dapat membuka pemahaman para anggota tentang disiplin berkendara dan penggunaan jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini ditekankan penggunanaan Helm standar SNI dan kelengkapan kendaraan seperti kaca spion, lampu sein dll. Juga yang tak kalah pentingnya adalah kewajiban memiliki SIM dan surat surat kendaraan/STNK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penggunaan Helm diatur dalam Pasal 291 yang berbumyi :&lt;br /&gt;"Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8)dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah .... mending beli Helm baru deh .... 150 ribu juga sudah dapat yang berlogo SNI tuh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Surat Izin Mengemudi atau SIM diatur dalam Pasal 281 yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ini lebih berat lagi .... ayo buruan bikin SIM, ya kalo ngga punya duit pinjem koperasi dulu lah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini yang kadang kita cuekin .... Flat nomer,kadang kita ngga sengaja karena bautnya kendor lepas ditengah jalan tanpa kita sadari. Pasal 280 mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang bikin motor kita tidak nampak Macho bagi sebagian orang .... Kaca Spion, diatur dalam Pasal 285 yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310716707873506846-8298000188011741882?l=adliasysyidqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/feeds/8298000188011741882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/sosialisasi-uu-no-2-tahun-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/8298000188011741882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/8298000188011741882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/sosialisasi-uu-no-2-tahun-2009.html' title='Sosialisasi UU No 22 Tahun 2009'/><author><name>Adli Asysyidqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07812917993446248826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_0F7sQAHcPIQ/Sjwd10jiBEI/AAAAAAAAAAU/ty0VGspYzt0/S220/rayhan.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310716707873506846.post-1057260972771287286</id><published>2010-07-24T20:06:00.001-07:00</published><updated>2010-07-24T20:08:08.243-07:00</updated><title type='text'>Dasba 6000</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah singkat Brimob&lt;br /&gt;Diposkan oleh Dasba 6000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH&lt;br /&gt;Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama ''Pasukan Polisi Istimewa''. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara [[Jepang]], melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut berjuang dalam pertempuran [[10 November]] [[1945]] di [[Surabaya]]. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I [[Moehammad Jasin]], Pasukan Polisi Istimewa ini memelopori pecahnya pertempuran 10 November melawan Tentara [[Sekutu]] brimob merupakan kesatuan paling pertama di Indonesia, pada mas penjajahan Jepang Brimob dikenal dengan sebutan Tokubetsu kaesatsutai. Pasukan ini yang pertama kali mendapat penghargaan dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yaitu '''Sakanti YanoUtama'''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERALIH MENJADI MOBRIG&lt;br /&gt;Pada [[14 November]] [[1946]] Perdana Menteri [[Sutan Sjahrir]] membentuk '''Mobile Brigade''' (Mobrig) sebagai ganti ''Pasukan Polisi Istimewa''. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHADAPI GERAKAN SEPARATIS&lt;br /&gt;Pada [[1 Agustus]] [[1947]], Mobrig dijadikan satuan militer. Dalam kapasitasnya ini, Mobrig terlibat dalam mwenghadapi berbagai gejolak di dalam negeri. Pada tahun 1948, di bawah pimpinan Moehammad Jasin dan Inspektur Polisi II [[Imam Bachri]] bersama pasukan TNI berhasil menumpas pelaku [[Peristiwa Madiun]] di Madiun dan [[Blitar Selatan]] dalam Operasi Trisula. Mobrig juga dikerahkan dalam menghadapi gerakan separatis [[DI/TII]] di Jawa Barat yang dipimpin oleh [[S.M. Kartosuwiryo]] dan di Sulawesi Selatan dan Aceh yang dipimpin oleh [[Kahar Muzakar]] dan [[Daud Beureueh]].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 1950 pasukan [[Angkatan Perang Ratu Adil]] (APRA) yang dipimpin Kapten [[Raymond Westerling]] menyerbu kota [[Bandung]]. Untuk menghadapinya, empat kompi Mobrig dikirim untuk menumpasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobrig bersama pasukan TNI juga dikerahkan pada April 1950 ketika [Andi Azis] beserta pengikutnya dinyatakan sebagai pemberontak di Sulawesi Selatan. Kemudian ketika [Dr. Soumokil] memproklamirkan berdirinya [RMS] pada [23 April] [1950], kompi-kompi tempur Mobrig kembali ditugasi menumpasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1953, Mobrig juga dikerahkan di Kalimantan Selatan untuk memadamkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh [Ibnu Hajar]. Ketika [Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia] (PRRI) diumumkan pada [15 Februari] [1958] dengan [[Syafruddin Prawiranegara]] sebagai tokohnya, pemerintah pusat menggelar Operasi Tegas, Operasi Saptamarga dan Operasi 17 Agustus dengan mengerahkan Mobrig dan melalui pasukan-pasukan tempurnya yang lain. Batalyon Mobrig bersama pasukan-pasukan TNI berhasil mengatasi gerakan koreksi [PRRI] di [Sumatera Utara], [Sumatera Barat], [Sumatera Timu], [Riau] dan [Bengkulu].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Operasi Mena pada [[11 Maret]] [[1958]] beberapa kompi tempur Mobrig melakukan serangan ke kubu-kubu pertahanan [[Permesta]] di [[Sulawesi Tengah]] dan [[Maluku]].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERGANTI NAMA MENJADI BRIMOB&lt;br /&gt;[[Berkas:Brimob-motorunit.jpg|thumb|280px|left|Brimob - Unit Penyergap Bermotor]]&lt;br /&gt;Pada [[14 November]] [[1961]] bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, satuan Mobrig berubah menjadi '''Korps Brigade Mobil''' (Korps Brimob).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brimob pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti [[Konfrontasi]] dengan [[Malaysia]] tahun [[1963]] dan aneksasi [[Timor Timur]] tahun [[1975]]. Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30.000 personil, ditempatkan di bawah kewenangan [[Kepolisian Daerah]] masing-masing [[provinsi]].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak tahun 1992 Brimob pada dasarnya adalah organisasi militer para yang dilatih dan diorganisasikan dalam kesatuan-kesatuan militer. Brimob memiliki kekuatan sekitar 12.000 personel. Brigade ini fungsi utamanya adalah sebagai korps elite untuk menanggulangi situasi darurat, yakni membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dalam operasi yang membutuhkan aksi yang cepat. Mereka diterjunkan dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik, dan telah dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara khusus. Mereka telah dilatih khusus untuk menangani demonstrasi massa. Semenjak [[Kerusuhan Mei 1998|huru-hara]] yang terjadi pada bulan Mei 1998, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus.Dan terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH).&lt;br /&gt;Label: Brimob, Dasba 6000, Pelopor&lt;br /&gt;di 14:21&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310716707873506846-1057260972771287286?l=adliasysyidqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/feeds/1057260972771287286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/dasba-6000.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/1057260972771287286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310716707873506846/posts/default/1057260972771287286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adliasysyidqi.blogspot.com/2010/07/dasba-6000.html' title='Dasba 6000'/><author><name>Adli Asysyidqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07812917993446248826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_0F7sQAHcPIQ/Sjwd10jiBEI/AAAAAAAAAAU/ty0VGspYzt0/S220/rayhan.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
